Contact Form

 

Kualitas diri Rendah Karna Pamer Dunia

Oleh Sartikha

Just Share!

Bismillah, aku berlindung kepada Allah dari bersandar hati kepada selainNya dan berlindung kepadaNya dari sifat sombong dan lalai oleh dunia, aamiin

Kajian Setiap Kamis ba’da Ashar di Daarut Tauhid with Aagym, share yang didapat dgn tambahan analogi dan bahasa sendiri semoga manfaat dan menjadi tamparan hati, untuk menjadikan diri lebih baik lagi ditiap bilangan hari.

(Catatan campur sari)

Jika kau ingin mendapatkan kemuliaan yang tidak rusak, maka janganlah membanggakan kemuliaan yang rusak

Kemuliaan hanyalah milik dan hak Allah.

Ibarat seseorang yang memiliki cincin plastic, karet gelang kemudian membangga-banggakan serta memamerkannya, tentulah orang itu tak pernah tau bahwa ada berlian yang lebih mahal dari yang dipamerkannya tersebut.

Meski kemuliaan yang dimiliki Allah tidak dapat dibandingkan dengan berlian, bahkan dunia seisinya. Namun dari analogi diatas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa seseorang yang bangga dengan karet gelangnya bukan terlihat mulia malah terlihat menyedihkan.

Sedangkan, orang yang bangga dengan kemuliaan Allah, maka tak kan terbesit sedikitpun bangga pada kemuliaan duniawi. Seseorang yang sibuk dengan duniawi adalah orang yang yang tidak tahu kemuliaan disisi Allah. Mereka yang PAMER DUNIA Seperti anak kecil yang memiliki karet gelang. Tentulah jika karet gelang itu dimiliki orang dewasa, artinya Kualitas dirinya hanya seharga karet gelang.

Contoh pamer dan cara menamparnya

Rumah yang megah à Kemungkinannya hanya 2 kita yang meninggalkannya(Meninggal, atau waktu peminjaman ruh dan pernak pernik hidup telah berakhir) atau rumah yang meninggalkan kita (waktu pinjaman dari Allah telah habis)

Wajah yang cantik & tampan, Gagah, kuat, pemuda/I dll, Silahkan bongkar kuburan, jadi apa kamu setelah masuk kedalamnya? Atau 20 tahun kemudian, mampukah kita menghalangi wajah untuk menjadi tua? Keriput, liliput, dll. Karena saat itu episode muda bukan lagi milik kita. Ia nya hanya pemberian Allah, yang seharusnya mampu kita manfaatkan hanya untukNya pula.

Jabatan, Ini lagi, kita tahu jelas bahwasannya tak mungkin selamanya kita menjabat ditempat yang sama, akan ada regenerasi atau pengganti-pengganti. Lagian kelamaan memegang jabatan itu akan menimbulkan kesenjangan social, jika tak mau pensiun ya dipensiunkan. Itu juga adalah episode. Selain itu ketenangan itu tak didapat dari harta yang berlimpah. Mari kita tengok mereka yang kaya karna korupsi. Barangkali karena kekayaan mereka banyak yang mau berteman karna harta, tapi siapa yang tahu bahwa dibelakang mereka justru mencibir? Ah, kaya gitu kan hasil maling. Hayoo, mau ngomong apa kalo dah gitu?

Ah, andai mereka tahu betapa banyak aib yang ditutupi Allah, barangkali tak akan ada lagi yang sombong, atau jika maksiat dan aib kita diubah menjadi bau busuk, barangkali bau nya akan sampai dari sabang sampai merauke. Lalu apa yang pantas untuk disombongkan?

Mari berkaca pada Nabi Sulaiman dan Sahabat nabi Abdurahman bin auf, betapa kayanya mereka, namun mereka terkenal bukan karna hartanya itu, tapi karena kemuliaan dihati mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak berat melepas dunia. Hingga mereka tercatat sebagai orang yang berkualitas sepanjang jaman. Lalu, jangan bicara tentang manusia terkeren sepanjang zaman Rasululloh, karena kau akan menjadi sangat terpesona & jatuh cinta bahkan tanpa melihatnya sekalipun, namun tentu saja pertemuan itu menjadi penantian yang sangat sempurna dengan Do’a & ikhtiar.

Bukankah ada pengusaha yang berbicara tentang integritas diluar sana, tapi apa yang dia katakan adalah sebuah TOPENG! (tak boleh sebut nama)

Sakit itu, ketika kita memegang Erat sesuatu yang bukan milik kita

Mari biasakan diri merasa dititipi bukan memiliki

Analogi Tukang Parkir

Tukang parkir itu mobilnya banyak, gonta ganti mobil tapi tidak pernah sombong, bahkan biasa saja. Pun, ketika mobilnya diambil satu per satu hingga habis dia biasa saja.

Tapi kenapa kita sering sekali mengeluh. Punya uang tabungan, kemudian sakit lalu uang tabungan tersebut digunakan untuk berobat dan habis lalu bersedih, padahal mungkin saja uang itu memang dipersiapkan Allah untuk pengobatan kita.

Punya motor, kemudian terjual untuk sebuah keperluan, langsung bersedih padahal waktu lahir gk sama motor masih tetap hidup hingga sekarang. Barangkali motor tersebut memang sudah habis masa titipnya bersama kita, & ada hamba Allah yang lain yang membutuhkannya. Tapi tetap aja protes dan tidak bersyukur. Padahal kapling rejeki itu sudah dibagi seadil-adilnya oleh Allah. & tentu saja itu hanya barang titipan!!!

Ssssttttt, ini rahasia ya?? Tau gak sih?? Bahwa pemuja dunia itu justru menjadi orang yang super duper menyebalkan!! Silahkan ngobrol sama orang yang pamer hartanya, pasti pengen timpuk pake sepatu kan? Atau sama orang yang bangga dengan kepintarannya? Halah gitu doank! Padahal didunia ini ilmu gk gtu aja, baru 1 bidang aja kayak sudah menjadi penguasa sejagad!

Eh, ini kisah nyata pada matakuliah arsitektur computer STEI, bahwa ada jet dari Negara tertentu menuju ke Negara tertentu eh, malah nyasar ke tempat lain. Kemudian sibuklah Negara tersebut mencari kesalahan dalam jet itu, lalu setelah diteliti ternyata programnya memang tak salah, yang salah itu yang buat program, masalahnya pada koordinat dan perhitungan keakuratannya. Coba saja kalau sebelum dia membuat rudal tersebut mengikuti perkuliahan matakuliah ini, tentu tak kan terjadi hal seperti ini. Berapa ruginya? Tentu saja pembuatan itu bukan permainan, tapi segalanya itu atas ijinNya saja uy .. J à intinya jangan sombong, sedikit saja Allah bertindak, hasilnya bisa jadi berbelok, bersyukur rudal itu gk nimpuk yang buat? haha

Dihina, dicaci, dimaki, dipuji, itu mah Cuma bagian dari episode hidup, sudah hadapi saja, jika Allah ingin mengangkat derajat kita, ya terangkat aja, meski semua orang mencaci. Suka-suka Allah mau ngapain kita, lha wong kita ini memang kepunyaannya Allah. Dikasih hidup aja sudah syukur. Perusahaan pencakar langit itu, kekayaan berlimpah itu semuanya telah tertulis di catataNya kita ini hanya sebagai jalan saja untuk mewujudkan takdir itu. Jadi tak usah sombong, dah syukur aibnya ditutupi, kalau tidak siapa nak bekawan?? :D

Janganlah, liat tetangga punya mobil iri, liat teman dapat rejeki bimbang, liat orang lebih pandai gelisah. Haduh-haduh, semua itu sudah ada kaplingnya ngapain ribet2! Yakinlah Allah itu mencukupkan semuanya dengan adil. Mereka yang punya avanza dengan yang naik angkot, dua-duanya sama-sama nebeng kepunyaan Allah, mereka yang menggunakan arloji 20juta dengan 20 ribu, juga nebeng. Emangnya kalau pake arloji 20 juta waktu hidupnya bisa bertambah, waktu manfaatnya akan makin banyak. TIDAK! Jadi ngapain ribet, udah urus tuh niat, jauhi maksiat, maksimalkan ikhtiar, gencarkan do’a. soal hasil mah itu urusan Allah saja! Suka-suka Dia mau ngasih berapa, yang penting ridhoNya yang dituju. Allah ridho aja, kita jadi pelaku ketaatan harusnya itu menjadi syukur yang paling dahsyat. Iya tho?

Siapa yang memberi rejeki?

Allah

Milik siapa syurga?

Allah

Milik siapa bumi seisinya?

Allah

Milik siapa diri ini?

Allah

Milik siapa Angkot, avanza, arloji 20 juta, arloji 20 ribu?

Allah

Jadi mana bagianmu? Tetanggamu? Atau orang-ornag yang kau kenal?

Tak ada!

Jangan meremehkan pembantu, karena kau dan pembantu itu hanya berbeda episode saja, coba kalau ditukar episodenya? Apakah sikapmu akan seperti pembantu itu. Jangan sombong, karna dibumiNya ini. Dirimu hanyalah NEBENG tak lebih!

Kalau bahasa anak gaul nya. NGACA dunk,…. Ups ^_^

Smoga kita semua bukan termasuk orang-orang yang sombong.. Berbenah yukk

Bukan seberapa keren barang yang dipinjamkan olehNya, tapi seberapa lama kita mempertanggungjawabkannya!

Total comment

Author

KAMMI_Batam

0   komentar

Cancel Reply