Contact Form

 

Tak seperti biasanya ketika organisasi masyarakat menggelar kegiatan di depan-depan gedung DPRD atau badan-badan penegak hukum lainnya untuk menuntut agar Sby & Boediono turun dari jabatan tetapi tidak dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Batam menggelar aksi damai di Simpang Jam Batam pada kamis sore (28/01) pukul 16.30 WIB.

Biro humas KAMMI Komisariat Batam menyebutkan bahwa aksi damai ini akan diikuti oleh seluruh kader KAMMI di Batam dan Tanjung Pinang secara serentak. Adapaun tujuan dari aksi di jalan raya ini adalah untuk memberitahukan kepada masyarakat mengenai program kerja 100 hari kepemimpinan Sby-Boediono yang mungkin banyak dari masyarakat kita belum mengetahuinya. Juga mengajak mereka untuk berpikir program-program kerja apa saja yang sudah terealisasi dan belum terealisasi.

Dengan pernyataan sikap sbb:

1. Hasil riset sederhana KAMMI, 2 pekan lalu menyimpulkan 9 dari 10 orang warga tidak tahu program 100 hari SBY. 1 orang merasa tidak berhasil menemukan program konkrit yang dirasakan langsung selama 100 hari pertama. Artinya program 100 hari hanya bohong besar dan alat propaganda belaka. Selain itu, KAMMI juga melihat banyak kejanggalan-kejanggalan berbagai sektor yang telah kami lihat antara lain;
a. Dalam 100 hari SBY gagal menegakkan supremasi hukum, terbukti tidak berhasil usut korupsi Century, malah membiarkan blunder dan terkesan lepas tanggung jawab.
b. Dibidang ekonomi , kinerja KIB II SELAMA selama seratus hari pertama ini belum begiti jelas dalam meningkatkan daya saing nasional, revitalisasi industri, penciptaan kesempatan kerja, dan penurunan masalah kemiskinan. Program seratus hari kerja pertama pemerintah yang berakhir pada 10 Januari 2010 itu lebih menitikberatkan p pada akslerasi pengananan hambatan-hambatan bagi kegiatan ekonomi.
c. Dalam masa seratus hari pertama Presiden lebih konsentrasi menyelamatkan kedudukan plitik dan kekuasaan ketimbang program-program kerja yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
d. Dalam seratus hari SBY sibuk membuat timm adhock (yang bersifat” out sourching” dan hanya berujung rekomendasi) bukannya melakukan reformasibangsa secara sistematik.

2. Tegakkan supremasi hukum sejujurnya dan seadil-adilnya

3. Panggil SBY pada sidang pansus Century

Selain melakukan aksi damai dengan membagikan bendera hitam & brosur program kerja. KAMMI juga mengajak masyarakat untuk terus memantau kinerja pemerintahan kita dalam rangka penyelamatan Bangsa Indonesia.

Semoga Allah SWT, memberikan kesejahteraan dan ketentraman kepada bangsa yang kita cintai ini. Amin

Total comment

Author

KAMMI_Batam
Setelah lama Madrasah KAMMI (MK) vakum karena libur puasa, lebaran dan perkuliahan maka pada tanggal 10 Januari 2010 MK pun kembali diaktifkan. Tak lupa pula kader yang baru ikut Dauroh Marhalah (DM) I lalu pun diikutsertakan. Materi yang disampaikan bertemakan ma’rifatullah dengan pembicara Ustadz Fajri seorang mantan aktivis kampus. Sengaja tempat MK kali ini di out door yaitu di lapangan rumput Mesjid Raya Batam Center sehingga kesan yang dirasakan tidak terlalu formal dan monoton.





Kemudian pada tanggal 23 Januari 2010 kembali lagi kaderisasi KAMMI Komsat Batam mengadakan kajian fiqih khusus untuk akhwat. Kali ini yang menjadi bahan kajian adalah fiqih prioritas. Sengaja topik ini diangkat sehubungan dengan makin banyaknya kader yang belum bisa menentukan prioritas terutama dalam dakwah. Sebagai pemateri adalah mbak Lily Kholida. Pembawaan nya yang tenang dan smart membuat suasana pertemuan hari itu hangat, menarik dan spontanitas.







Nova Lisa
Staff Kaderisasi

Total comment

Author

KAMMI_Batam


“Setiap kamu adalah pemimpin, maka setiap kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinanmu”

Hadist populer diatas setidaknya bisa menjadi bekal bagi kita untuk siap menjadi seorang pemimpin, karena setiap kita adalah pemimpin. Menjadi pemimpin tidak harus menunggu tua atau dituakan. Sadar atau tidak sadar saat ini kita sudah menjadi seorang pemimpin walaupun dalam kapasitas yang sangat kecil, yaitu pemimpin bagi anggota badan kita sendiri.

“Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku goncangkan dunia” Kutipan kata Soekarno ini seakan menambah kepercayaandiri bahwa pemuda punya pengaruh besar dalam perubahan dunia. Kemudian yang terekam dalam kalam Ilahi (QS.al-Anbiya’[21]:60) “Dan sungguh telah Kami tulis dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang shaleh” menjelaskan bahwa bumi ini dititipkan kepada orang-orang yang shaleh, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemimpin peradaban selanjutnya adalah para pemuda-pemuda yang shaleh. Dan Indonesialah bangsa yang paling layak untuk melahirkan pemimpin peradaban selanjutnya. Mengapa? Karena bumi Indonesia adalah markas muslim terbesar, sehingga memungkinkan untuk memiliki pemuda-pemuda yang shaleh.

Jika melihat pada sejarah-sejarah islam terdahulu, orang-orang terpilih menjadi pemimpin terbilang berusia muda. Kita cermati sang khalilullah Nabi Ibrahim Alaihisalam, beliau telah memulai menuver da’wah sejak usia ‘SMA’. Yang menarik dari Ibrahim adalah keberanian beliau dalam menantang arus mainstream keyakinan masyarakat waktu itu tatkala beliau menghancurkan berhala-berhala disekitar Ka’bah. Saat itu beliau masih sangat belia. Lebih menarik lagi karena Ayahnya adalah tokoh terpandang dengan status sosial yang tinggi (QS.al-Anbiya’[21] : 57-58).

Membangun peradaban membutuhkan sejumlah perangkat yang salah satunya adalah kreatifitas. Mengapa majapahit gagal menyamai cina, itu karena kreatifitas yang tidak berkembang. Kreatifitas yang terhenti hanya sampai tataran tradisi. Tradisi menjadi terlalu diagungkan untuk diperbaharui dan dibuang jika perlu. Tentu bukan kreatifitas dibidang perkembangan teknologi atau menggali sumber-sumber ekonomi baru. Sejatinya adalah kreatifitas dibidang budaya. Jepang gagal menjadi pemimpin peradaban dunia, walau kekuatan ekonomi dan teknologi sangat mendukungnya, karena disegi budaya masih jadi buntut barat. Sejarah membuktikan siapapun yang statis tidak akan pernah dapat untuk maju menjadi pemimpin peradaban. Untuk menjadi pemimpin peradaban tidak harus memiliki kekuatan ekonomi atau kekuasaan wilayah yang luas. Pemimpin peradaban adalah ‘etape-etape’ dalam perjalanan sejarah dunia. Tugas kita sekarang adalah meningkatkan potensi diri, dengan mengingat nasehat da’i kondang Aa Gym, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil. Melatih diri untuk menjadi pemimpin muda pembawa perubahan dalam posisi apapun dan dimanapun. Tingkatkan ketakwaan, produktivitas dan kontribusi diberbagai segi dan bidang. Biarkanlah hukum alam bekerja sesuai ketentuannya. Biarlah mentari peradaban itu terbit dari ufuk timur. Kita pernah mengetahui siapa saja yang pernah menjadi pemimpin peradaban. Dan kini sejarah sedang menunggu hadirnya pemimpin baru peradaban. Insyaallah kemenangan islam akan hadir dibawa oleh kaum muda yang berkualitas Qur’ani.
Wallah-u a’lam bi ash-Shawab.
Mashita Ulfah
Kaderisasi KAMMI

Total comment

Author

KAMMI_Batam
Oleh: Nur. Mahfud
Staff Departemen Sosial Masyarakat KAMMI Komisariat Batam

Industri Perfilman Indonesia tampaknya terus mengembangkan diri, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya film yang muncul di TV ataupun Bioskop setiap bulannya. Bahkan bekerjasama dengan pihak asing pun menjadi sebuah kewajiban untuk nmeningkatkan kualitas, seperti yang dilakukan pada proses pembuatan film animasi Meraih Mimpi. Namun terkadang hal ini patut disayangkan ketika demi meningkatkan kualitas filmnya tak jarang beberapa production house mendatangkan artis-artis yang kontroversi.

Jika kita menyebut nama Miyabi, tentunya sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenalnya sehingga tak heran ketika salah satu production house ingin menjadikan Miyabi sebagi salah satu artis dalam film layar lebarnya, maka serentak masyarakat Indonesia mengatakan “TIDAK” untuk kedatangan Miyabi.

Lalu bagaimana dengan Rin Sakuragi yang dijadikan salah satu artis dalam sebuah film layar lebar yang baru hadir beberapa hari ini? Tampaknya masyarakat Indonesia kurang mengenalnya atau mungkin pihak production House sengaja tidak mempublikasikannya secara terbuka seperti ketika mereka akan mendatangkan Miyabi agar tidak muncul penolakan keras dari masyarakat Indonesia untuk mengatakan “TIDAK” juga pada Rin Sakuragi?

Artis Rin Sakuragi adalah salah satu bintang film porno pendatang baru di Negeri Sakura Jepang. Sejauh ini Sakuragi telah membintangi lebih dari 20 film porno, dan beberapa film yang dibintanginya sempat menduduki peringkat dua chart Japanese Adult Videos. selain itu dia juga telah membintangi beberapa drama asal negara Jepang.

Film Indonesia yang dibintangi oleh bintang film panas asal jepang ini mengisahkan tentang seorang wisatawan Jepang (Rin Sakuragi) yang mencari saudaranya yang berprofesi sebagai suster di Indonesia. Namun ironisnya, saudaranya itu ternyata sudah meninggal.

Dalam trailernya, memang ada banyak adegan-adegan yang tidak layak untuk dipertontonkan sehingga tak heran jika MUI samarinda menolak keras penayangan film ini meskipun telah mendapatkan undangan untuk menonton film tersebut agar mereka bisa memberikan penilaian lebih dulu sebelum memutuskan apakah film tersebut layak diputar atau tidak.

Dikarenakan tidak serentaknya penolakan terhadap film yang dibintangi Rin Sakuragi ini maka Rin Sakuragi pun tampaknya tak bernasib sama seperti seniornya miyabi yang filmnya tidak jadi ditayangkan di Indonesia.

Ditengah belum habisnya masa tayang film Rin Sakuragi di beberapa bioskop Indonesia, kini masyarakat Indonesia dipertemukan dengan bidadari Jakarta yang juga dianggap kontroversi. Berbeda dengan film Rin Sakuragi yang mengundang artis kontroversi untuk menarik penonton, Bidadari Jakarta adalah film yang menceritakan tentang realitas sosial di Kota Jakarta, sehingga yang membuatnya menjadi sebuah kontroversi bukanlah karena adanya adegan vulgar, melainkan karena ucapan dan kata-kata kasar para tokohnya di dalam film tersebut.

Selamatkan Generasi Muda Indonesia
Tak bisa dipungkiri bahwa film adalah merupakan salah satu media yang dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat, terlebih lagi kebanyakan orang lebih mudah menyerap sebuah pemahaman melaui media visual ketimbang audio ataupun tulisan.

Sehingga hendaknya orang-orang yang berkecimpung di dunia perfilman menyadari bahwa Indonesia bukanlah suatu Negara yang menghalalkan pergaulan bebas layaknya di Negara-Negara barat. Indonesia bukanlah Amerika yang menganut demokrasi liberal, bangsa kita adalah bangsa yang berlandaskan pancasila, dimana salah satu silanya menyebutkan kemanusiaan yang adil dan beradab oleh sebab itu production house di Indonesia hendaknya lebih menyadari bahwa bangsa ini adalah bangsa identik dengan etika dan sopan santun sehingga dapat berperan serta dalam mewujudkan kemanusiaan yang beradab di negeri ini.
Semakin maraknya kehadiran film-film barat di Indonesia tampaknya merupakan salah satu penyebab kenapa beberapa production house memilih formula “Scene Seks” untuk bersaing mendapatkan penonton. Namun ini bukanlah jalan yang terbaik, tak selamanya persaingan itu harus menghalalkan segala cara. Lihatlah Ayat-Ayat Cinta, Naga Bonar jadi 2, Laskar Pelangi, Ketika Cinta Bertasbih, King, Garuda didadaku, Meraih Mimpi dan Sang Pemimpi. Melahirkan film-film dengan nilai-nilai edukasi, motivasi, berkarakter dan mengandung kesadaran realistis seperti itu adalah beberapa hal yang sebenarnya lebih diminati dan dinanti banyak masyarakat Indonesia.

Menampilkan sebuah film yang berlandaskan realita sosial suatu negeri juga bukan berarti kita harus mempublikasikan seluruh keburukannya agar film ini terlihat nyata, terlebih lagi jika tujuannya untuk mengingatkan masyarakat luas bahwa di sebuah sudut negeri ada kondisi sosial yang harus kita perbaiki bersama.

Dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne disebutkan “Anda tidak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negative. Ketika anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negative dunia, anda bukan saja menambahnya. Tetapi juga mendatangkan lebih banyak hal negative ke dalam hidup anda sendiri.”

Oleh sebab itu, sebaiknya orang tua juga lebih berhati-hati dan memperhatikan film yang ditonton anak-anaknya baik di TV maupun di bioskop. Dan lembaga sensor film hendaknya tidak terlalu mudah menyatakan sebuah film lulus sensor. Jika kita mau melihat ke luar, cobalah lihat China yang sepanjang 2009 tercatat telah menangkap 5.394 tersangka pelaku penyebar dan pengelola konten porno. Jumlah ini meningkat empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya karena China menyadari betapa pentingnya menjaga generasi mudanya dari kerusakan moral.
Jika film-film yang dipenuhi dengan “Scene Sex” ataupun mengandung kata-kata tak beretika tetap dipertahankan oleh para production house dan lembaga sensor film masih begitu mudah memberikan pernyataaan kelulusan sensor pada sebuah film, maka bangsa ini harus bersiap untuk kembali berduka cita, namun saat ini bukan karena hilangnya seorang tokoh bangsa melainkan atas ketamakan produser, kebebalan sutradara, serta berkurangnya intelegensia penonton Indonesia.


Total comment

Author

KAMMI_Batam