Contact Form

 

PEMILU 2009 PERANG IKLAN POLITIK

PEMILU 2009 PERANG IKLAN POLITIK

Oleh : M. REDHA HELMI
Sekretari umum KAMMI Daerah Kepulauan Riau

Pemilu Legislatif tinggal beberapa bulan lagi. Seluruh Partai Politik yang menjadi peserta pemilu semakin genjar melakukan berbagai kegiatan-kegiatan sosial untuk mencari simpati dari masyarakat. Aktivitas yang semulanya jarang dilakukan kini sudah mulai sibuk. Rumah yang awalnya kosong tanpa penghuni sekarang sudah mulai di pernik dengan warna partai dan lambang partai. Bendera-bendera partai masih berkibar di sepanjang jalan di kota-kota besar maupun kecil. Suasana seprti ini menambah gairah pesta demokrasi 2009
Berbagai upaya telah dilakukan oleh para elit politik untuk mensosialisasikan partainy kepada masyarakat dengan harapan masyarakat simpati dengan pertainya. Para elit partai politik mulai melakukan berbagai cara dengan mengeluaran biaya habis-habisan untuk meraih kemenangan di pemilu 2009 nanti. Pemilu presidenpun ikut mewarnai pesta demokrasi yang sudah diambang pintu ini. Berbagai iklan parpol dan capres mulai bermunculan di televisi dengan menampilkan berbagai program unggulan mereka bahkan mereka tidak segan-sega untuk mengkritik lawan politiknya.

Akhir-akhir ini di beberapa media cetak dan elektronik mulai muncul berbagai Iklan yang dilakukan oleh para pembesar partai. Bahkan Presiden dan Wakil presiden pun mulai melancarkan serangan merebut simpati rakyat dengan mengungkit-ngungkit jasa mereka saat memimpin bangsa ini. Presiden SBY mengandalkan program turunnya BBM sebanyak tiga kali sebagai ukuran keberhasilan dan keterpihakannya kepada masyarakat, padahal semua itu sudah kewajiban seorang pemimpin yang sebenarnya dan tidak perlu di ungkit dan jadikan sebagai ajang merekrut simpati dari rakyat.

Melihat hal ini Wakil presiden juga tidak mau kalah, JK mulai melancarkan iklan tentang ekspor beras yang akan dilakukan oleh Indonesia dan swasembada beras berkat perjuangan para dewan dari partainya yang telah berhasil memperjuangkan itu semua,padahal sekali lagi penulis katakan bahwa itu semua memang sudah kewajiban wakil rakyat untuk memperoleh apa yang menjadi hak rakyat.

Kemudian calon prsiden Megawati Soekarno Putripun Mulai ikut berperang dengan menawarkan program 100 hari semabako murah, berbagai tawaran program dilakukan untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat. Bahkan secara gamblang putri Proklamator Indonesia ini tidak segan-segan mengkritik pemerintahan SBY dengan mengatakan pemrintahan SBY seperti permainan yoyo.

Halida Hatta putri mantan Wakil Presiden pertama Indonesiapun ikut turun lapangan dengan menghadirkan tokoh sang ayah dan menawarkan perjuangan baru untuk kesejahteraan rakyat indonesia.

Apa yang penulis paparkan diatas merupakan sebuah hal yang telah terjadi pada bangsa ini. Apa dan siapa yang akan menjadi pilihan rakyat pada 2009 nanti semuanya masing sebuah tanda tanya yang besar bagi kita. Selaku rakyat biasa penulis menilai apa yang dilakukan oleh para elit politik ini merupakan suatu hal yang seharusnya tidak dilakukan. Sebagai pemimpin sudah selayaknya ia menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya bukan lantas minta di puji lagi karena telah memberikan hal yang baik rakyatnya.

Para pemimpin partai politik melakukan kampanye iklan ini telah mengeluarkan tenaga biaya dan waktu bahkan status sosialnya. Kita bisa melihat ini semua ketika terajdinya perselisihan antara presiden SBY dan Capres Megawati. Sadar atau tidak iklan politik yang telah mereka lancarkan bisa menjadi bumerang yang suatau saat nanti akan menyerang mereka sendiri dan merusak citra bagi mereka. Bagi masyarakat perang iklan yang terjadi saat ini merupakan suatu hal yang tak layak karena sudah ada indikasi untuk saling menjatuhkan satu sama lainya. Padahal masih banyak permasalahan bangsa ini yang harus diselasaikan dan membutuhkan persatuan dari semua pihak dan kalangan. Bagaimana mugkin bangsa Indonesia akan maju,jika pemimpin dan rakyatnya saling menjatuhkan. Bagaimana mungkin akan tercipta pamilu yang bersih, aman dan tentram jika pesertanya yang seharusnya menjadi figur dan teladan rakyat saling menjatuhkan.

Saat ini rakyat Indonesia membuthkan para pemimpin yang berjiwa pahlawan. Pahlawan yang memiliki kemampuan diluar dari batas manusia biasa, orang yang berjuang untuk kepentigan umat bukan hanya kepentingan pribadi atau golongannya. Pemimpin yang berjiwa kesatria yang berkorban untuk kepentingan rakyatnya. Pemimpin yang tidak datang ketika ada perlu dengan rakyat dan meninggalkan rakyat dengan begitu saja ketika keinginannya telah terpenuhi.

Rakyat indonesia sudah lelah dengan politik seperti ini. Para pejabat yang datang dengan segudang program dan berjuta janji manis, namun janji hanya tinggal janji setelah hasratnya terpenuhi mereka lupa dengan orang yang talah mengantarkan mereka kepada kursi panasnya. Apakah hal seperti ini akan terus mewarnai kehidupan politik bangsa ini? Jika hal ini terus terjadi maka yakinlah pemilu 2009 nanti akan banyak rakyat yang golput karena memang rakyat sudah bosan dengan janji-janji semu kampanye para elit politik.

Para calon pemimpin parpol berasumsi bahwa lebih banyak dikenal maka peluang dipilih lebih banyak tapi padahal itu semua bukanlan penentu bagi mereka karena semua keputusan ada di tangan rakyat. Lantas apa yang akan menjadi pilihan rakyat jika pemimpin bangsa ini sudah berani menawarkan diri untuk memimpin bangsa ini? Apakah rakyat akan memilih partai iklan terbanyak dan terbaik atau rakyat memilih partai yang selama ini telah ada berjuang demi kepentingan mereka tanpa pamrih? Yah itu semua ada di tangan rakyat tanggal 9 April ada penentu bagi masa depan partai peserta pemilu 2009 ini. Jika rakyat indonesia memilih partai yang bagus iklannya maka beruntunglah partai tersebut, tapi sebaliknya jika rakyat tidak terpengaruh dengan iklan maka siap-siaplah untuk menerima kekalahan. Wallahu ’alam bissawab

Total comment

Author

KAMMI_Batam

0   komentar

Cancel Reply